URBANCITY.CO.ID – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI mencatatkan lonjakan signifikan pada penggunaan layanan digital tepat di puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Hal ini terungkap saat kunjungan kerja Wakil Menteri Perhubungan Suntana dan Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto di atas KM Labobar yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu, 18 Maret 2026.
Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, menjelaskan bahwa transformasi digital menjadi kunci utama perusahaan dalam menangani kepadatan penumpang.
Sejak 2022 hingga 2025, tingkat kepuasan pelanggan diklaim konsisten berada pada kategori sangat puas seiring dengan pemutakhiran fitur pada aplikasi PELNI Mobile.
Baca Juga: Efek Kebijakan WFA, Penumpang Kapal PELNI Lonjak Signifikan Jelang Lebaran
“Pada tahun 2022–2024, PELNI Mobile hanya mendukung pemesanan tiket digital. Kemudian pada 2025, kami menambahkan fitur check-in dan cetak e-boarding pass. Di tahun 2026 ini, fitur refund online dan transfer tiket juga akan segera diimplementasikan,” ujar perempuan yang akrab disapa Anda tersebut.
Lonjakan Transaksi Digital
Data internal PELNI menunjukkan pergeseran masif perilaku konsumen ke arah digital. Jumlah pengguna aplikasi tumbuh 18,9 persen, dari 447.127 pengguna pada 2024 menjadi 531.485 pada 2025.
Yang paling mencolok, transaksi melalui aplikasi melesat dari hanya 1.484 transaksi pada 2022 menjadi 679.906 transaksi pada 2025—sebuah lompatan lebih dari 45.700 persen.
WamenPANRB Purwadi Arianto dan Wamenhub Suntana memberikan arahan agar PELNI tetap menjaga aspek keamanan pelayaran di tengah modernisasi layanan.




