Baca Juga:Â Kemenpar Dorong Sport Tourism Lansia Lewat Senior Happy Run 5K 2026 di Jakarta
“Kementerian Pariwisata akan terus mengupayakan pengembangan produk dan paket wisata yang tepat untuk mengembangkan pariwisata berkualitas yang membawa dampak positif secara ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan,” kata Menteri Widiyanti.
Dominasi Wisatawan Nusantara dan Kontribusi Ekonomi
Sektor pariwisata domestik juga mencatatkan angka fantastis dengan 126,34 juta perjalanan pada Maret 2026, melonjak 42,10 persen.
Momentum libur Nyepi dan Idul Fitri menjadi faktor utama penggerak konsumsi masyarakat di awal tahun ini. Dampaknya terasa langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen pada Triwulan I-2026.
Sektor pariwisata sendiri menyumbang estimasi kontribusi sebesar 4,01 hingga 5,00 persen terhadap PDB nasional.
Sektor terkait seperti akomodasi, makan-minum, serta transportasi turut tumbuh subur dengan kontribusi gabungan mencapai ratusan triliun rupiah.
Baca Juga:Â Kemenpar Lakukan Pivot: Fokus Pemasaran Pariwisata Dialihkan ke Asia Akibat Krisis Global
Sinergi dan Strategi Menuju Pariwisata Berkualitas
Kemenpar terus memperkuat kolaborasi lintas lembaga sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait isu konektivitas, harga tiket pesawat, dan peningkatan daya tarik destinasi.
Salah satu langkah nyata adalah penguatan SDM melalui penerimaan 483 skema okupasi nasional di 34 bidang pariwisata.
Hal ini dilakukan bersama Kemenko PMK dan BNSP untuk menciptakan tenaga kerja pariwisata yang lebih terampil dan adaptif.






