Baca juga: Ungguli 235 Satker, SKK Migas Raih Gelar “Jawara Of The Year 2025” Terkait Kinerja Anggaran
Djoko berharap proyek ini segera memberikan hasil nyata bagi ketahanan energi nasional.
“Semakin cepat tentu semakin baik. Kami berharap tahun depan Lapangan Bukit Panjang dapat onstream dengan tambahan produksi kondensat sekitar 1.000 BOPD serta menghasilkan LPG sampai dengan 189 metrik ton per hari atau setara sekitar 2.170 BOEPD,” tambahnya.
Integrasi Fasilitas Produksi
PCK2L mengembangkan Lapangan Bukit Panjang melalui pembangunan fasilitas lepas pantai terintegrasi.
Fasilitas ini terhubung dengan infrastruktur eksisting di Lapangan Bukit Tua yang telah beroperasi sejak 2015.
Presiden Direktur PCK2L, Yuzaini Md Yusof, menegaskan komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan nilai aset melalui teknologi efisien.
Baca juga: Kepala SKK Migas: Hulu Migas Indonesia Masih Kompetitif, Jadestone Energy Kebut Ekspansi
Pengembangan Lapangan Bukit Panjang mencerminkan komitmen kami untuk mengoptimalkan potensi aset yang ada melalui penerapan teknologi efisien dan pengembangan berkelanjutan.
“Kami berterima kasih atas dukungan penuh yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia dan SKK Migas, serta menantikan kerja sama yang erat selama proses pengembangan ini,” ujarnya.
Searah Limited sendiri mengelola wilayah kerja ini sebagai perusahaan patungan antara PETRONAS dan Eni.
Perusahaan ini mengelola 19 aset gas di Indonesia dan Malaysia untuk memperkuat ketahanan energi regional. (*)




