URBANCITY.CO.ID – Peran Vital Laboratorium Kilang Balongan. Di tengah kompleks Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan, sebuah laboratorium berdiri sebagai benteng terakhir penjaga kualitas bahan bakar minyak (BBM).
Tempat itu bukan sekadar ruang uji, melainkan garda terdepan yang memastikan setiap tetes produk—dari Pertamax hingga aviasi—layak mengalir ke tangki kendaraan masyarakat. Dalam era di mana keandalan energi nasional menjadi taruhan, peran strategis ini tak bisa dianggap remeh.
Laboratorium Kilang Balongan berfungsi ganda sebagai Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA). Setiap produk kilang harus melewati pengujian ketat, mengacu pada spesifikasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas).
Lebih dari 20 parameter diuji, mulai dari angka oktan hingga viskositas, stabilitas oksidasi, dan distilasi. “Seluruhnya harus memenuhi spesifikasi agar produk dinyatakan on-spec dan layak disalurkan ke konsumen,” jelas Tester I CFR & Aviation RU VI Balongan, Zaeturohmah Febriyanti, di Kilang Balongan, Jumat, 30 Januari 2026.
Baca Juga: Kilang Pertamina Internasional Targetkan Dekarbonisasi 430 Ribu Ton CO2
Prosesnya dimulai sejak minyak mentah tiba via kapal. Tak langsung diolah, bahan baku itu terlebih dahulu diverifikasi di lab. Hasilnya diserahkan ke Refinery Business Optimization (RBO) untuk perencanaan pengolahan.
Setelah proses, produk jadi kembali ke lab untuk konfirmasi akhir. Monitoring kontinyu pun dilakukan selama pengolahan, memastikan tak ada penyimpangan.




