URBANCITY.CO.ID – Terik matahari di Kelurahan Air Jamban tak menyurutkan langkah Dian Afri Jayanti. Sebagai Ketua PKK sekaligus nakhoda program Puteri Proklim Melayu Lestari, ia terbiasa berjibaku dengan tanah, mengecek bedengan sawi, hingga memastikan sistem pengairan bekerja sempurna di tengah cuaca yang kerap tak menentu.
Dian memimpin 24 perempuan tangguh yang memiliki misi serupa: menyulap pekarangan rumah yang dulunya gersang menjadi lumbung pangan produktif. Namun, perjalanan ini tak semulus hijaunya dedaunan yang kini mereka rawat.
Beberapa tahun silam, kemarau panjang membuat tanah di Air Jamban mengeras dan sulit ditanami. Kegagalan panen bayam, kangkung, hingga timun menjadi cerita lama yang sempat meruntuhkan kepercayaan diri para ibu di sana akibat minimnya akses air dan pengetahuan teknik tanam.
Sekolah Tanam dan Ekosistem Keberlanjutan
Titik balik muncul saat PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) hadir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Alih-alih sekadar memberi bantuan cuma-cuma, PHR membangun ekosistem keberlanjutan berupa satu unit greenhouse berkapasitas 1.000 lubang tanam, lengkap dengan sumur bor dan pompa air.
Baca Juga: Dampak Ekonomi TJSL PLN 2025: Serap 34 Ribu Tenaga Kerja dan Jangkau 700 Ribu Warga
Fasilitas ini menjadi “sekolah” baru bagi Dian dan kelompoknya. Mereka mempelajari teknik olah tanah, manajemen air, hingga disiplin perawatan tanaman. Dian mengenang fase awal yang penuh tantangan. Saat kegagalan sempat kembali menyapa, ia tetap berdiri tegak memompa semangat kawan-kawannya.




