<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> - Kementrian Perindustrian terus menhttps://urbancity.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg industri kecil dan menengah (IKM) untuk masuk ke pasar global. Caranya, mengikutsertakan mereka pada event-event pameran internasional, antara lain mejeng di Ambiente Jerman. Gelaran Ambiente di Messe Frankfurt, Jerman pada akhir Januari 2024 lalu merupakan pameran skala internasional bagi para pelaku industri kecil menengah di seleruh dunia. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita mengatakan, selain memperbaiki neraca perdagangan Indonesia, partisipasi dalam Pameran Ambiente juga merupakan salah satu upaya mengembangkan industri kerajinan agar mampu menembus pasar ekspor. "Melalui Pameran Ambiente ini diharapkan pula akan terbangun ekonomi dan perdagangan yang lebih kuat bagi industri kerajinan Indonesia di Eropa,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita di Jakarta, dikutip Urbancity.co.id, Sabtu, 10 Februari 2024. Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/cuan-dibalik-industri-pengolahan-daging-mau-tau-potensinya/">Cuan Dibalik Industri Pengolahan Daging, Mau Tau Potensinya?</a> Kali ini Ditjen IKMA Kemenperin memfasilitasi sepuluh IKM untuk ikut serta dalam Pameran Ambiente 2024. Para penerima fasilitas tersebut, yaitu Grandis Home, Bana Andaru Nusantara, Yogya Indo Global, Jawa Classic, Alam Cipta Karya, Hasibuan Design, Abbacraft Multi Kreasi, Art Classic Indonesia, Indorisakti, dan Siji Lifestyle. “Mereka mengisi lahan pameran seluas 133 meter persegi dengan konstruksi special design, serta mendapatkan fasilitasi biaya pengiriman produk dan media package promotiondari Ditjen IKMA,” ungkap Reni.<!--nextpage--> Menurut dia, tahun 2024 merupakan keikutsertaan Ditjen IKMA Kemenperin yang ke-14 dalam Pameran Ambiente sejak tahun 2008. Pameran Ambiente yang digelar di Messe Frankfurt, Jerman ini merupakan pameran dagang internasional di sektor home decor dan kerajinan. Pameran Ambiente sendiri rutin dilaksanakan setiap tahun dan menjadi salah satu even bergengsi di Eropa, yang dihadiri oleh 3.681 peserta dan pengunjung dari 168 negara selama tanggal 26-30 Januari 2024. Reni menilai keikutsertaan sepuluh IKM home decor dan kerajinan dalam pameran ini, dapat menjadi ajang promosi untuk memperluas pasar ekspor IKM. Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/pelu-akses-kemenperin-fasilitasi-kemitraan-link-match-industri-besar-dengan-ikm-alat-angkut/">Pelu Akses, Kemenperin Fasilitasi Kemitraan Link & Match Industri Besar dengan IKM Alat Angkut</a> Selain itu, Pameran Ambiente juga diharapkan dapat membantu para pelaku IKM dalam mempromosikan inovasi produk terbaru, membuka hubungan bisnis baru, dan membina hubungan baik dengan para buyer yang sudah terjalin selama ini. “Melalui pameran ini, peserta IKM juga bisa mendapatkan pemahaman situasi pasar yang lebih baik, serta melakukan studi banding terhadap para kompetitor,” ujarnya. Reni pun mengungkapkan, sepuluh IKM yang difasilitasi Ditjen IKMA pada Ambiente 2024 berhasil mendapatkan penawaran dari para pembeli potensial yang berasal dari Asia, Eropa, maupun Amerika. Pada Ambiente tahun ini, nilai permintaan terhadap produk IKM yang difasilitasi Ditjen IKMA mencapai USD457 ribu dan nilai penawaran sebesar USD775 ribu. “Hal ini menunjukkan bahwa Pameran Ambiente membantu meningkatkan ekspor industri kerajinan dan home decor,” sebut Reni.<!--nextpage--> <strong>Peluang Besar Industri Kerajinan</strong> Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan Kemenperin, Alexandra Arri Cahyani menjelaskan, industri kerajinan merupakan salah satu sektor industri yang berperan menyumbang ekspor. Data TradeMap.org pada September tahun 2023 menunjukkan total nilai ekspor kerajinan indonesia ke dunia mencapai USD 603,956 juta, sedangkan kinerja eskpor Indonesia ke negara Eropa mencapai USD129,182 juta. Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/alhamdulillah-ekspor-industri-manufaktur-tembus-usd-187-m/">Alhamdulillah, Ekspor Industri Manufaktur Tembus USD 187 M</a> Sementara itu, tercatat bahwa negara tujuan ekspor kerajinan Indonesia paling tinggi antara lain Belgia, Belanda, dan Jerman, khususnya untuk komoditas travelling bags, basketwork, tableware, dan kitchenware. Peluang industri kerajinan Indonesia dapat berkembang lebih besar. Saat ini, Indonesia memegang market share sekitar 1,25% dari pangsa pasar kerajinan dunia. “Industri kerajinan Indonesia juga berpotensi tumbuh positif karena didukung oleh potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah, dan kemampuan perajin dalam mengolah sumber daya alam menjadi produk kerajinan dan dekorasi yang unik,” paparnya. Industri kerajinan Indonesia juga diproyeksi dapat mempengaruhi ekonomi nasional karena sentra industri kerajinan tersebar di seluruh provinsi, yakni dengan penghasil utama kerajinan berasal daerah Bali, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat. “Oleh karena itu market share ekspor kerajinan Indonesia sangat mungkin untuk tumbuh, dengan potensi pasar dalam dan luar negeri yang cukup besar, serta perkembangan industri Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya,” pungkas Arri Cahyani.<!--nextpage--> <strong>Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMNO7qgww4Lu3BA?ceid=ID:id&oc=3">GOOGLE NEWS</a></strong>