URBANCITY.CO.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperketat standar keselamatan di Pelabuhan Merak, Banten, menjelang periode krusial Angkutan Lebaran 2026.
Sebagai gerbang utama yang menghubungkan Jawa dan Sumatera, ASDP menyiagakan 750 unit life jacket tambahan serta mulai mengoperasikan armada shuttle bus listrik di area pelabuhan pada Senin, 23 Februari 2026.
Langkah ini diambil untuk memastikan lintasan tersibuk Merak–Bakauheni tetap andal saat menghadapi lonjakan pemudik. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa penguatan fasilitas ini bukan sekadar rutinitas menjelang hari raya, melainkan bagian dari nilai dasar perusahaan.
“Bagi kami, keselamatan bukan sekadar kewajiban regulatif, melainkan nilai dasar yang menjiwai setiap layanan. Partisipasi dalam program pembagian life jacket ini adalah komitmen nyata untuk memperkuat budaya keselamatan, khususnya di wilayah kerja Pelabuhan Merak dan sekitarnya,” ujar Heru dalam keterangannya.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: ASDP Tebar Diskon dan Terapkan Single Tarif di Merak-Bakauheni
Menuju Konsep Green Port
Selain alat keselamatan, kehadiran shuttle bus listrik hasil kolaborasi dengan PT Jasaraharja Putera menandai transformasi ASDP menuju konsep pelabuhan ramah lingkungan atau Green Port.
Armada ini difokuskan untuk membantu mobilitas penumpang prioritas, seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas di dalam kawasan pelabuhan yang luas.
Menurut Heru, penggunaan kendaraan listrik ini juga merupakan implementasi nyata dari prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Harapannya, aksesibilitas di area pelabuhan menjadi lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.




