“Penghargaan ini tidak hanya mencerminkan keunggulan dalam aspek operasional dan manajemen rantai pasok, tetapi juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan melalui implementasi ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan bisnis,” ujar Avep.
Siasat Mengurai Sampah Tekstil
Di balik kemenangan ini, ada duet kolaboratif antara Ade Barkah Darmond dari Pertamina Drilling dan Dina Nurul Fitria dari Universitas Trilogi.
Di hadapan para juri forum bentukan IEOM Society International—organisasi profesi global untuk teknik industri dan manajemen operasi—keduanya memaparkan metode Material Flow Analysis (MFA).
Metode ini memetakan dengan rinci ke mana perginya pakaian kerja yang sudah tidak terpakai, lalu merumuskan cara mendaur ulangnya menjadi produk baru yang bernilai guna tinggi (upcycling).
Baca juga: Pasang AI di Rig Pengeboran, Pertamina Drilling Pangkas Risiko Kecelakaan Kerja
Siasat ini ampuh memotong volume limbah tekstil industri yang selama ini kerap berakhir di tempat pembuangan akhir.
Menurut Ade Barkah, penghargaan ini menunjukkan bahwa inisiatif keberlanjutan yang dilakukan Pertamina Drilling tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai akademis dan operasional yang diakui dunia internasional.
“Kami berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi industri energi dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular secara lebih luas,” katanya.
Menjegal Dominasi India
Keberhasilan tim Pertamina Drilling di kompetisi yang disponsori oleh aThingz ini terbilang prestisius. Mereka sukses bertengger di posisi puncak, memaksa tim elite dari Indian Institute of Management (IIM) Raipur, India, puas di posisi kedua dengan riset manajemen kualitas produknya.




