URBANCITY.CO.ID – Kinerja BTN membuktikan resiliensinya dengan mencatatkan lonjakan laba bersih konsolidasi sebesar 40,8% (yoy) menjadi Rp2,40 triliun pada semester I/2026.
Keberhasilan ini menjadi buah manis dari transformasi satu dekade.
Buah transformasi tersebut, kini membawa BTN melampaui sekadar housing specialist menuju ekosistem layanan keuangan terintegrasi.
Anda kini melihat bagaimana BTN melakukan berbagai langkah terobosan bisnis demi memastikan pertumbuhan yang sehat.
Lantah itu antara lain mengoptimalkan neraca serta memperkuat manajemen risiko melalui digitalisasi proses dan implementasi AI Governance secara konsisten.
Pencapaian ini tidak hanya mengukuhkan posisi BTN sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional.
Baca juga: Melampaui Batas Finansial: Mengukur Ketangguhan Industri Pembiayaan di Era Urban 2026
Tetapi juga membuktikan efektivitas strategi dalam mendukung program prioritas pemerintah secara berkelanjutan.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menutukan, pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi transformasi selama satu dekade terakhir.
“Kami optimistis hingga akhir tahun nanti, kinerja BTN tetap on track melanjutkan catatan positif di paruh pertama tahun ini,” tuturnya.
Ekspansi Beyond Mortgage dan Inovasi Digital
Lonjakan kredit non-perumahan sebesar 46,1% (yoy) mencapai Rp85,22 triliun adalah bukti BTN sukses mendiversifikasi bisnis melalui strategi beyond mortgage.
Anda sebagai nasabah kini mendapatkan akses pembiayaan yang lebih luas, mencakup sektor Pendidikan dan Kesehatan.




