URBANCITY.CO.ID – PT Pertamina EP, bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), telah memulai tahap fabrikasi paket dehidrasi gas untuk proyek pengembangan Lapangan Bambu Merah.
Proyek ini terintegrasi dengan Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara (SP CLU) di Subang, Jawa Barat, dan ditargetkan selesai pada akhir 2025.
Tahap awal ditandai dengan upacara pemotongan baja pertama (first cutting ceremony) di Workshop Fabricator di Cikarang.
Acara ini menandai dimulainya pembangunan fasilitas produksi minyak dan gas, termasuk unit dehidrasi gas (Dehydration Unit/DHU) dan scrubber. Kedua fasilitas ini akan meningkatkan kapasitas pemrosesan gas di lapangan tersebut.
Baca Juga: Pertamina EP Serahkan Pengelolaan Aset Tingkatkan Produksi Migas
Proyek ini merupakan bagian dari Optimasi Pengembangan Lapangan-Lapangan (OPLL) Bambu Merah–Cilamaya Selatan, dengan persetujuan Authorization for Expenditure (AFE) dari SKK Migas. Pengembangan ini bertujuan mengoptimalkan fasilitas eksisting di SP CLU.
Minyak hasil produksi akan dialirkan ke Booster Station Cilamaya, sementara gas akan diproses sesuai standar jual sebelum dikirim ke Stasiun Kompresor Gas Cilamaya dan digabungkan dengan produksi dari lapangan lain.
Untuk pengelolaan lingkungan, air terproduksi akan diinjeksikan kembali ke sumur melalui Water Injection Plant di SP CLU.
Proyek ini diperkirakan menghasilkan produksi puncak 8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas dan 300 barel fluida per hari (BLPD) minyak, setara 292,5 barel minyak per hari (BOPD) secara net.




