“Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri, kami menyiagakan 345 armada kapal yang beroperasi dari Indonesia Timur hingga Barat. Armada ini menjadi tulang punggung distribusi BBM, LPG, crude oil, dan produk energi lainnya agar pasokan tetap aman dan tepat waktu,” kata Arif.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Dukung Kebijakan Pemerintah Melalui Pertamax Green 95
Mitigasi Cuaca dan Koordinasi Lintas Sektoral
Menghadapi dinamika cuaca ekstrem yang kerap terjadi, Pertamina telah menyiapkan skenario mitigasi risiko, termasuk pengaturan ulang rute pelayaran dan optimalisasi terminal bongkar muat. Langkah ini bertujuan mempercepat suplai tambahan di wilayah-wilayah dengan konsumsi energi tinggi.
Pertamina juga mempererat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, otoritas pelabuhan, serta Kepolisian RI guna memastikan kelancaran operasional di jalur laut.
Arif menambahkan, kesiapsiagaan ini adalah komitmen perusahaan agar masyarakat dapat menjalani momen hari raya tanpa kekhawatiran akan kelangkaan energi.
“Kami memastikan seluruh armada, sistem monitoring, dan dukungan operasional bekerja optimal selama periode Satgas Ramadan dan Idulfitri. Dengan koordinasi yang solid dan pengawasan berkelanjutan, kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan tenang,” pungkas Arif. (*)






