Keuntungan usaha budidaya cabai pada periode 2024–2025 bahkan mencatatkan angka Rp246.258.000. Program ini juga inklusif, melibatkan 68 individu dari kelompok rentan, termasuk mantan penambang tanpa izin, dalam ekosistem ekonomi desa.
Sekretaris Perusahaan PT ANTAM Tbk, Wisnu Danandi Haryanto, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial.
“Program Garitan Kalongliud menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi dan ketahanan sosial. ANTAM meyakini bahwa pendekatan berbasis ekosistem mampu menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Wisnu.
Pusat Pembelajaran Nasional
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran “local hero” bernama Kang Wahyu, yang mendorong adopsi inovasi seperti pengolahan hama keong menjadi pupuk organik cair. Rumah Belajar Garitan kini telah menjadi magnet studi banding bagi 696 pengunjung dari berbagai daerah.
Dengan indeks kepuasan masyarakat mencapai 90,82 persen, model pertanian sirkular Kalongliud membuktikan bahwa pemulihan ekonomi desa paling efektif bermula dari perancangan sistem yang berbasis pada potensi lokal yang ada. (*)






