URBANCITY.CO.ID – PLN dorong hilirisasi baterai, kolaborasi IBC untuk ekosistem listrik hijau. Di tengah gelombang transformasi energi hijau, PT PLN (Persero) kembali menegaskan komitmennya sebagai pemegang saham utama PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC).
Dukungan ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis IBC dengan mitra global, yang bertujuan mempercepat hilirisasi industri baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir di Tanah Air.
Langkah tersebut bukan sekadar bisnis, melainkan upaya strategis untuk menguatkan kedaulatan energi nasional di era kendaraan listrik dan pembangkit hijau.
Momentumnya terlihat jelas saat penandatanganan framework agreement antara IBC, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTAM), dan Konsorsium HYD Investment Limited (HYD) di Jakarta, Jumat lalu.
Baca Juga: Listrik Nasional Melonjak 3,75 Persen, Penjualan PLN Tembus 317,69 TWh di 2025
Acara ini dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menilai kesepakatan ini sebagai tonggak penting percepatan hilirisasi nasional.
“Saya ulangi arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa dalam rangka pengelolaan sumber daya alam, baik sekarang maupun ke depan, kita harus memprioritaskan kepentingan negara,” ujar Bahlil.
Proyek ini menggelontorkan investasi hingga USD 6 miliar, dengan kapasitas produksi baterai listrik mencapai 20 gigawatt hour (GWh).
Lebih dari itu, ia berpotensi menciptakan sekitar 10 ribu lapangan kerja baru, sekaligus mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal.




