URBANCITY.CO.ID – PLN relokasi jalur transmisi Aceh pasca sinkhole, listrik pun stabil kembali. Di tengah lanskap Aceh yang rawan bencana, PT PLN (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya.
Ketika sinkhole muncul di Desa Pondok Balik, Kabupaten Aceh Tengah, mengancam jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Bireuen–Takengon—jalur vital penghubung listrik antara Aceh Tengah dan Bener Meriah—perusahaan pelat merah itu tidak tinggal diam.
Dalam hitungan jam, tim transmisi diterjunkan pada Sabtu, 31 Januari 2026 untuk merelokasi jalur yang semula berjarak 25 meter dari titik longsoran ke lokasi lebih aman. Hasilnya, sistem kelistrikan kini terkendali, pasokan listrik kembali stabil, dan masyarakat bisa bernapas lega.
Langkah pencegahan ini bukan sekadar reaksi cepat, melainkan wujud komitmen PLN menjaga infrastruktur kelistrikan nasional di wilayah geografis menantang.
Baca Juga: Listrik Nasional Melonjak 3,75 Persen, Penjualan PLN Tembus 317,69 TWh di 2025
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan pentingnya mitigasi risiko. “Sebagai langkah mitigasi risiko, PLN melakukan pengamanan jaringan transmisi melalui relokasi jalur ke titik yang lebih aman guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan,” ujar Darmawan.
Proses relokasi memanfaatkan emergency tower, selesai dalam 3,5 jam, dengan pemadaman sementara yang terukur untuk keselamatan. Setelah rampung, listrik mengalir andal lagi. PLN juga mengapresiasi kolaborasi dengan stakeholder.
“Pekerjaan ini tidak mungkin berhasil tanpa kolaborasi dengan para stakeholder, untuk itu kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri, dan terima kasih atas dukungan serta pengertian masyarakat selama proses pengamanan berlangsung,” imbuhnya.




