Ketergantungan Trafik 90 Persen dan Posisi Strategis RI
Kementerian Komunikasi dan Digital mengakui ketergantungan arus data nasional terhadap Negeri Singa. Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Denny Setiawan membeberkan realitas ini pada Juni 2026.
“Sejujurnya, trafik kita 90% tergantung ke Singapura. Itu (seperti) Selat Hormuz di Selat Malaka, gitu ya,” kata Denny.
Selama ini, Singapura mengokohkan peran sebagai pusat pertukaran trafik internet terbesar di Asia Tenggara. Arus data dari penyedia jasa internet lokal melintasi Singapura sebelum menuju server induk global. Kondisi ini memicu tantangan besar bagi kemandirian infrastruktur komputasi Indonesia.
Pasalnya, lonjakan adopsi pusat data dan kecerdasan buatan menuntut saluran transmisi yang stabil. Pemerintah terus berupaya mengurai simpul ketergantungan trafik luar negeri secara bertahap. Oleh karena itu, penguatan kedaulatan data nasional menjadi agenda prioritas pemerintah saat ini.
Diversifikasi Gerbang Internasional dan Regulasi Kawasan
Kementerian mencatat bentangan Sistem Komunikasi Kabel Laut nasional telah mencapai 131.325 kilometer. Jaringan kabel bawah air ini menopang sekitar 99 persen lalu lintas arus data domestik. Sementara itu, pemerintah aktif membuka koridor konektivitas langsung ke negara tujuan lain. Jalur gerbang internasional alternatif kini beroperasi lewat Manado, Anyer, Dumai, dan Jakarta.
Koridor Manado misalnya membuka rute langsung menuju kawasan Pasifik dan Amerika Serikat. Langkah ekspansi ini mengurangi dominasi rute Selat Malaka yang semakin padat. Selain itu, kerja sama kawasan harus menempatkan perlindungan kabel laut sebagai kepentingan bersama. Gangguan fisik pada kabel serat optik bawah laut dapat melumpuhkan ekonomi digital regional.
Dengan demikian, keutuhan infrastruktur internet membutuhkan komitmen perlindungan dari seluruh negara tetangga. Kedua negara tetangga ini sejatinya saling membutuhkan dalam menjaga stabilitas jaringan dunia. Pemerintah Indonesia optimistis diversifikasi rute internasional akan memperkokoh ketahanan siber nasional. Ekosistem digital modern menuntut keterhubungan yang setara tanpa ancaman pembatasan sepihak.
Komdigi memastikan layanan internet bagi jutaan masyarakat tetap aman dan beroperasi optimal. Lebih lanjut, otoritas berwenang memperketat pengamanan zona jalur pipa dan kabel bawah laut. Alhasil, kedaulatan maritim Indonesia mampu mengimbangi dominasi pusat data negara tetangga. Akhirnya, masyarakat tidak perlu cemas terhadap berbagai manuver provokatif di jagat maya.




