URBANCITY.CO.ID – Pemerintah resmi mengaktifkan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna mengawal kelancaran arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Berlokasi di Gedung BPH Migas, posko ini menjadi pusat komando pemantauan stok bahan bakar minyak (BBM), LPG, listrik, hingga antisipasi kebencanaan geologi di seluruh penjuru nusantara.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung meresmikan posko tersebut pada Kamis, 12 Maret 2026. Posko akan beroperasi selama 20 hari, terhitung sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026.
Yuliot memastikan bahwa secara nasional, cadangan energi untuk kebutuhan hari raya berada dalam level yang sangat memadai.
“Secara nasional ketersediaan BBM dan LPG untuk kebutuhan Hari Raya Idulfitri 1447 H sangat memadai,” ujar Yuliot Tanjung saat membuka posko tersebut di Jakarta.
Baca Juga: Dua Pemudik Terjatuh ke Laut saat Naik Kapal di Pelabuhan Merak
Proyeksi Konsumsi dan Sinergi Korlantas
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati, menekankan bahwa kunci keberhasilan layanan energi tahun ini terletak pada kolaborasi lintas instansi.
BPH Migas bekerja sama erat dengan Korlantas Polri untuk memetakan titik-titik kemacetan dan jalur yang mengalami pembatasan operasional kendaraan.
“Sinergitas ini tentu saja bukan hanya internal anggota Posko, tetapi juga sinergitas dengan stakeholder lainnya, seperti KORLANTAS POLRI, terkait dengan adanya rute-rute yang dilakukan pembatasan ataupun titik-titik kemacetan,” kata Erika.
Data BPH Migas memproyeksikan adanya anomali konsumsi selama periode lebaran. Permintaan BBM jenis gasoline (bensin) diprediksi melonjak 12 persen, sementara gasoil (solar) justru diperkirakan merosot 14,5 persen karena pembatasan angkutan logistik. Di sektor penerbangan, konsumsi avtur juga diprediksi naik tipis sekitar 2,8 persen.




