Strategi Pertamina: Satgas dan Layanan Jemput Bola
PT Pertamina (Persero) telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri sejak 9 Maret hingga 1 April 2026. Infrastruktur masif disiagakan, mencakup 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, dan 6.662 agen LPG yang diperintahkan bersiaga 24 jam di wilayah dengan permintaan tinggi.
Baca Juga: Prediksi Mudik Lebaran 2026: 353 Ribu Kendaraan Bakal Padati Lintasan Bakauheni-Merak
Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan perusahaan telah menyiapkan skema “jemput bola” bagi pemudik yang terjebak kemacetan parah.
Layanan motoris atau Pertamina Delivery Service (PDS) disiapkan untuk menembus antrean kendaraan guna mengantarkan BBM darurat.
“Kami juga terus memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal melalui jaringan distribusi energi yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Simon Aloysius Mantiri.
Dinamika Geopolitik dan Ketahanan Stok
Di tengah persiapan domestik, Pertamina juga memantau situasi keamanan di Teluk Arab. Simon mengonfirmasi dua kapal tanker, PIS Rinjani dan PIS Paragon, tetap beroperasi melayani pasar internasional menuju Kenya dan India.
Sementara dua kapal lainnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, terus dipantau keselamatannya melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.
Baca Juga: ASDP Catat Lonjakan Pemudik Usai Kebijakan WFA Diterapkan
Guna menjaga ketahanan energi dari dampak ketegangan global, Simon menegaskan Pertamina telah melakukan diversifikasi sumber pasokan.
“Selain dari kawasan Timur Tengah, pasokan energi juga berasal dari Afrika, Amerika, serta wilayah lainnya guna memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional,” pungkasnya. (*)






