Hassan menambahkan, Presiden Prabowo sangat terbuka menerima masukan dan gagasan dari para tokoh yang hadir. Langkah ini dinilai penting untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan elemen bangsa dalam menghadapi ketidakpastian global.
Mandat Internasional dan Posisi Indonesia
Mengenai sikap politik luar negeri, Hassan menegaskan bahwa serangan terhadap Iran dipandang sebagai tindakan sepihak tanpa mandat internasional yang jelas. Hal ini juga memicu peninjauan kembali terhadap posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP).
Baca Juga: Presiden Prabowo di Harmoni Imlek Nusantara 2026: Keberagaman Adalah Kekuatan Bangsa Indonesia
“Kita bahas, tapi juga dalam konteks perkembangan mutakhir apakah dengan perang yang berkecamuk di Iran ini akan melemahkan, kemungkinan melemahkan posisi dan mandat BoP kita akan berhitung lagi dari sisi itu,” ucapnya.
Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri oleh deretan tokoh kunci, di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, serta para mantan Wakil Presiden mulai dari Jusuf Kalla, Boediono, hingga Ma’ruf Amin.
Hadir pula pimpinan organisasi pengusaha seperti Kadin, Apindo, dan Hipmi, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. (*)






