Baca Juga: PTP Nonpetikemas Sabet Penghargaan Pengendalian Risiko HSSE Terbaik 2025
Wakil Ketua Bidang Teknik 5 AAUI, Dr. Diwe Novara, melihat hal ini sebagai ruang pertumbuhan yang masih sangat luas bagi pemain asuransi domestik.
“Industri hulu migas memiliki karakteristik high risk, high capital, high amount, dan high technology, sehingga membutuhkan sistem mitigasi risiko yang kuat melalui perlindungan asuransi,” ungkap Diwe.
Kolaborasi erat antara pemerintah, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), dan sektor asuransi diharapkan mampu memperbesar kapasitas retensi nasional, sehingga asuransi benar-benar menjadi fondasi stabilitas bagi ambisi swasembada energi Indonesia di masa depan. (*)






