Sebelumnya, PHM juga berhasil memproduksikan 17 sumur minyak beremulsi dengan memanfaatkan fasilitas eksisting di lapangan gas Tunu, Tambora, Sisi Nubi, Peciko, dan South Mahakam. Tambahan produksi dari sumur ini mencapai 5.200 bph berdasarkan pengukuran di kepala sumur.
Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Rayakan Ramadan dengan Santunan untuk Ratusan Anak Yatim
Keberhasilan pengembangan sumur HPPO dan beremulsi ini menegaskan komitmen PHM untuk berinovasi di lapangan mature. Berkat itu, rata-rata produksi minyak PHM di tahun 2026 mencapai 25.000 bph, atau sekitar 20 persen di atas target WP&B yang ditetapkan pemerintah.
“Kami meyakini bahwa keberlanjutan operasi dan bisnis merupakan kunci dalam mendukung kebijakan transisi energi Pertamina, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas pada tahun 2029 atau lebih cepat,” tegas Setyo.
Ia menambahkan, investasi di sektor hulu migas—baik eksplorasi maupun eksploitasi—krusial untuk menjaga kesinambungan produksi, sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam upaya swasembada energi. (*)






