URBANCITY.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tak lagi sekadar soal distribusi pangan, melainkan pertaruhan standar kualitas kuliner nasional. Di SPPG Rajabasa 3, Lampung, Menteri Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) Teuku Riefky Harsya resmi membuka program MASAMO (Masak Bersama Master Chef) untuk mengerek kompetensi para juru masak di dapur komunitas.
Langkah ini menjadi strategi krusial mengingat masifnya skala program MBG yang telah menjangkau 65 juta penerima manfaat melalui 21.897 unit Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG).
Tahun ini, target tersebut dipatok melonjak hingga 83 juta jiwa dengan lebih dari 36.600 unit SPPG di seluruh pelosok Indonesia.
Mengadopsi Standar Bintang Lima
Dalam pelatihan intensif ini, sebanyak 50 juru masak SPPG digembleng langsung oleh juri MasterChef Indonesia, Chef Norman Ismail.
Baca Juga: Pidato Prabowo di WEF: Soroti MBG, Tambang Ilegal, dan Ekonomi RI
Materi yang diberikan bukan sekadar teknik mengolah rasa, melainkan standar keamanan pangan yang ketat, mulai dari personal hygiene, pengelolaan bahan baku, hingga penerapan prinsip Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).
Teuku Riefky menegaskan bahwa juru masak adalah garda terdepan dalam menjaga konsistensi nilai gizi.
“Program MBG bukan hanya tentang pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Penguatan kapasitas juru masak menjadi kunci agar kualitas, standar kebersihan, dan nilai gizi yang ditetapkan dapat terjaga secara konsisten di seluruh Indonesia,” ujar Riefky dalam sambutannya, Minggu, 15 Februari 2026.




