URBANCITY.CO.ID - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah mencanangkan program pembangunan 3 juta rumah setiap tahun. Sebanyak 2 juta unit dikembangkan di pedesaan, 1 juta unit di perkotaan. Di pedesaan bentuk program bisa pembangunan rumah baru atau renovasi rumah eksisting dan lingkungannya. Sedangkan di perkotaan yang lahannya terbatas, program berupa pembangunan rumah susun atau apartemen (strata atau sewa) dengan harga terjangkau (affordable). Konsultan properti Cushman & Wakefield melalui Marketbeat Q3-2024 yang dipublikasikan akhir pekan lalu menyatakan, program pembangunan 1 juta unit apartemen di perkotaan itu akan menhttps://urbancity.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg peningkatan permintaan apartemen strata (kondominium) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Alasannya, rencana ambisius itu membuat kepemilikan hunian di perkotaan makin terbuka bagi lebih banyak orang, karena harganya lebih terjangkau. Hal itu akan membuat investor kondominium kembali bergairah, yang selanjutnya menhttps://urbancity.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg keberanian developer mengembangkan proyek baru terutama di segmen menengah. "Program (pembangunan satu juta apartemen) itu akan men-drive permintaan apartemen di Jabodetabek terutama di segmen menengah," tulis Cushman. Apalagi hal itu didukung pembangunan infrastruktur yang masif di Jabodetabek, seperti MRT, LRT, dan jalan tol, ditambah insentif keuangan dan pembiayaan baik dari pemerintah maupun lembaga keuangan.<!--nextpage--> Jabodetabek adalah pasar apartemen terbesar di Indonesia, dengan share sekitar 55-60 persen. Selebihnya pengembangan apartemen tersebar di sejumlah kota besar seperti Surabaya dan sekitarnya, Bandung, Semarang, Bali, Medan, Batam, Yogyakarta, dan Makassar. Sejak mulai dikembangkan di Jakarta awal tahun 80-an sampai sekarang, total pasok kondominium di Jabodetabek menurut catatan Cushman mencapai 386.111 unit. Tersebar di area pusat bisnis utama (CBD) Jakarta sebanyak 31.157 unit, di prime area seperti Menteng, Kebayoran Baru, dan Pondok Indah 14.598 unit, dan di luar prime area termasuk Bodetabek 340.356 unit. Sekitar 80 persenan merupakan kondominium menengah dan menengah bawah. Baca juga: <a href="https://urbancity.co.id/kondominium-yang-sudah-jadi-dominasi-penjualan-yang-sedang-dibangun-belum-bergairah/">Kondominium yang Sudah Jadi Dominasi Penjualan, yang Sedang Dibangun Belum Bergairah</a> Dalam beberapa tahun ke depan, Cushman menyatakan, sebanyak 98.289 unit kondominium baru direncanakan selesai dan memasuki pasar. Sebanyak 95.184 unit berada di luar area primer termasuk Bodetabek, 2.113 unit di CBD, dan 992 unit di prime area. Sementara sampai akhir tahun ini saja diperkirakan 8.700 unit kondominium di Jabodetabek akan selesai, meningkatkan total pasokan sebesar 2,8 persen dibanding 2023. Bila diasumsikan 50 persen atau 500.000 unit dari program pembangunan 1 juta unit apartemen itu direalisasikan di Jabodetabek, dampaknya ke pasar memang luar biasa. Rata-rata setiap tahun akan masuk ke pasar Jabodetabek 500.000 unit apartemen baru. Jauh melampaui suplai eksisting 386.111 unit yang dicapai dalam 40 tahun!<!--nextpage--> <strong>Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMNO7qgww4Lu3BA?ceid=ID:id&oc=3">GOOGLE NEWS</a></strong>