“Tentunya capaian ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk terus menjaga konsistensi layanan pada fase operasional berikutnya, khususnya menjelang fase kepulangan jemaah ke Tanah Air,” urai Glenny Kairupan.
Sebaran jemaah yang berhasil diangkut oleh armada Garuda Indonesia meliputi Solo dengan porsi terbesar yakni 29.039 jemaah, disusul Makassar 16.728 jemaah, Jakarta 12.562 jemaah, Yogyakarta 9.288 jemaah, serta ribuan jemaah lain dari embarkasi Banda Aceh, Medan, Padang, Balikpapan, Banjarmasin, dan Lombok.
Glenny mengapresiasi kerja sama solid lintas sektoral bersama Kementerian Agama, otoritas bandara, regulator, hingga pemangku kepentingan di Arab Saudi yang membuat seluruh proses keberangkatan berjalan tanpa kendala berarti.
Matangkan Strategi Fase Kepulangan dan Layanan Ramah Lansia
Tanpa membuang waktu, manajemen Garuda Indonesia kini langsung mematangkan persiapan Fase II (Kepulangan) jemaah haji yang dijadwalkan bergulir dari 1 Juni hingga 30 Juni 2026.
Baca Juga: Garuda Indonesia Obral Tiket Langsung Jakarta-Jeddah Mulai Rp4 Juta, Cek Syaratnya
Fokus utama maskapai pada fase arus balik ini adalah memaksimalkan kenyamanan jemaah lanjut usia (lansia).
Berbagai fasilitas penunjang medis dan aksesibilitas telah disiagakan di area operasional bandara. Mulai dari penyediaan kursi roda, bus jemaah khusus yang dilengkapi toilet, fasilitas buggy car, hingga alat bantu angkat penumpang (ambulift) di sejumlah embarkasi strategis.
“Garuda Indonesia akan terus memonitor pelaksanaan fase kepulangan guna memastikan seluruh proses kepulangan jemaah menuju Tanah Air dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman hingga operasional penerbangan haji selesai dilaksanakan pada akhir Juni mendatang,” pungkas Glenny. (*)










