URBANCITY.CO.ID – Sebuah penelitian terbaru mengungkap temuan menarik terkait hubungan antara postur tubuh dan harapan hidup. Studi tersebut menunjukkan bahwa individu bertubuh pendek berpotensi memiliki usia hidup yang lebih panjang berkat keberadaan gen tertentu yang memengaruhi metabolisme dan proses penuaan. Temuan ini sekaligus membuka perspektif baru dalam kajian genetika dan kesehatan manusia.
Gen itu namanya FOXO3, salah satu gen yang konsisten bikin manusia hidup lama di berbagai populasi. Udah dibuktikan di hewan juga, bisa nambah harapan hidup.
Nah, kok orang pendek bisa punya gen ini? Studi terbaru ngikutin lebih dari 8.000 pria Amerika-Jepang di Hawaii, dan ternyata ada hubungan langsung antara tinggi badan dan umur panjang. FOXO3 bikin tubuh lebih kecil saat tumbuh, tapi sekaligus bikin hidup lebih lama. Orang pendek juga insulin darahnya lebih rendah, dan lebih kecil risiko kanker.
“Studi ini menunjukkan, untuk pertama kalinya, bahwa ukuran tubuh terkait dengan gen ini,” kata rekan penulis dan profesor Universitas Hawaii, Bradley Willcox, dikutip dari Independent.
Baca Juga : Viral Bantuan Beras Sumatra: Kementan Minta Maaf, Sudah 1.200 Ton Disalurkan
Dalam penelitian itu, ilmuwan bagi subyek jadi dua kelompok: tinggi 157 cm dan 162 cm. Hasilnya beda banget umurnya.
“Orang-orang yang tingginya 157 cm dan lebih pendek hidup lebih lama. Rentang usia terlihat dari mereka yang tingginya 167 cm,” ucap Willcox.
“Semakin tinggi seseorang, semakin pendek umurnya,” imbuhnya.
Studi ini mulai dari 1965, ngikutin 8.006 pria Amerika keturunan Jepang lahir 1900-1919. Kesehatannya dipantau ketat. Akhirnya, sekitar 1.200 hidup sampai 90-100 tahun, dan cuma 250 yang masih hidup sekarang.
Tapi Willcox bilang, tinggi badan cuma sebagian faktor. Yang paling penting tetep gaya hidup sehat, biar tinggi atau pendek.
Studi lain dari 2003 di Elsevier juga bilang, tubuh pendek punya tingkat kematian lebih rendah, lebih sedikit penyakit kronis dari pola makan, terutama setelah paruh baya.
“Harapan hidup orang yang lebih pendek tampaknya lebih panjang daripada orang yang lebih tinggi,” demikian menurut makalah tersebut.
Penelitian ini ngikutin lebih dari 2.500 atlet ski Finlandia yang tinggi badan 15 cm lebih pendek dari rata-rata pemain basket. Mereka hidup 7 tahun lebih lama. Dibanding tentara Italia, yang tinggi kurang dari 170 cm hidup 2 tahun lebih lama dari yang lebih tinggi.
Baca Juga : Bank Jakarta Selesaikan Penyaluran Dana Pemerintah Rp1 Triliun, Siapkan Ekspansi Pembiayaan
Alasannya biologis: replikasi sel. Tubuh tinggi butuh lebih banyak sel, jadi lebih cepat lelah.
“Ketika Anda lebih tinggi, Anda membutuhkan lebih banyak replikasi sel untuk mengisi tubuh. Dan ini justru dapat membuat Anda lebih cepat lelah,” ahli demografi yang mempelajari hubungan antara kesehatan dan umur panjang, Jean-Marie Robine, dikutip dari CNBC.
Tapi umur panjang itu kompleks, bukan cuma gen. Gaya hidup, kondisi sosial juga penting. Dosen dari IPB, Dr Berry Juliandi, bilang pola makan seimbang, aktif gerak, hubungan sosial kuat, dan hidup bahagia lebih dari kekayaan atau jabatan bisa bikin panjang umur.
“Jadi, umur panjang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik (nature), tetapi juga lingkungan (nurture),” tandasnya, dikutip dari laman IPB.




