URBANCITY.CO.ID – Di tengah kepulan uap dan deru mesin kilang gas alam cair di Bontang, keselamatan bukanlah sekadar poster yang menempel di dinding kantor. Bagi Badak LNG, ia adalah napas operasional.
Komitmen itu kembali ditegaskan melalui Management Inspection (MI) tahunan yang digelar pada Selasa, 10 Februari lalu, sebuah prosedur audit lapangan untuk memastikan fasilitas kilang tetap dalam kondisi prima.
Kegiatan ini bukan sekadar inspeksi biasa. Sejak 1989, Badak LNG telah menjadikan MI sebagai instrumen pencegahan insiden, mulai dari kejadian nyaris celaka hingga risiko lingkungan.
Pemeriksaan dilakukan menyisir setiap sudut: dari area tangki penyimpanan, sistem perpipaan, hingga kawasan komunitas di sekeliling perusahaan.
Baca Juga: Direksi Pertamina Drilling Ingatkan Pentingnya Keselamatan Kerja
Tahun ini, MI terasa lebih padat dengan hadirnya para petinggi dari produsen gas seperti Pertamina dan Eni Indonesia, serta regulator dari SKK Migas dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
Kehadiran tetangga industri seperti Pupuk Kaltim dan PT Indominco Mandiri mempertegas bahwa keselamatan di Bontang adalah urusan kolektif.
President Director & CEO Badak LNG, Achmad Khoiruddin, menekankan bahwa agenda ini merupakan bagian dari peringatan Bulan K3 Nasional.
Menurutnya, Management Inspection ini merupakan agenda strategis dan rutin dilaksanakan setiap tahunnya dalam rangka memperingati BK3N di lingkungan Badak LNG.
Baca Juga: PHE ONWJ Raih 59 Juta Jam Kerja Selamat, Perkuat Keselamatan




