Cucup Ruhiyat, mengungkapkan bahwa ajang ini memberikan wawasan mendalam mengenai standar kualitas dan preferensi konsumen di pasar nabati (plant-based).
“Kami dipertemukan dengan target pasar yang tepat, termasuk buyer, distributor, dan konsumen yang memiliki minat tinggi terhadap produk pangan sehat dan berbasis nabati,” ujar Cucup.
Baca Juga: Paviliun Indonesia Raih Potensi Transaksi Rp155 Miliar di AIME 2025 Australia
Optimisme di Tengah Implementasi ICA-CEPA
Kepala ITPC Vancouver, Silvi Mustikawati, memproyeksikan pameran ini mampu mencatatkan transaksi perdagangan sebesar USD 7,6 juta. Optimisme ini didorong oleh pertumbuhan perdagangan bilateral Indonesia-Kanada yang mencapai USD 4,36 miliar pada 2025, melonjak 22 persen dibanding tahun sebelumnya.
Angka tersebut mencerminkan potensi besar yang dapat terus dikembangkan melalui sinergi berbagai pihak dan partisipasi aktif dalam pameran dagang seperti CHFA NOW.
“Angka tersevut dapat lebih ditingkatkan lagi melalui pemanfaatan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) setelah memasuki masa implementasi,” tegas Silvi.
Berdasarkan laporan Global Organic Trade, pasar produk organik Indonesia diproyeksikan tumbuh positif dengan CAGR 7,8 persen hingga 2028.
Dengan nilai pasar yang diperkirakan menyentuh USD 1,67 miliar, produk bersertifikasi organik asal Indonesia memiliki peluang strategis untuk mendominasi pasar internasional yang memiliki preferensi tinggi terhadap kualitas dan keberlanjutan.(*)






