<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> - Sengatan Listrik di Ken Arok, Peluang ke Final Four Proliga 2026 Aman. GOR Ken Arok, Malang, menjadi saksi dominasi Jakarta Electric PLN Mobile yang masih terlalu tangguh bagi Bandung BJB Tandamata. Dalam laga pembuka putaran kedua Proliga 2026, Sabtu, 7 Februari, tim asuhan asisten pelatih Alim Suseno itu sukses membungkam sang juara bertahan dengan skor telak 3-0 (25-22, 25-20, 25-21). Kemenangan ini sekaligus mempertebal napas Jakarta Electric untuk mengamankan tiket final four. Meski menang tiga set langsung, jalannya laga tak sepenuhnya mulus bagi Jakarta Electric. Di set pertama, mereka sempat limbung dan tertinggal 0-3 akibat eror Celeste Plak. Namun, Agustin Wulandhari segera mengambil kendali lewat blok-blok rapat yang membalikkan keadaan menjadi 8-4. Duel sempat memanas saat BJB Tandamata menyamakan skor 11-11, namun smes Neriman Ozsoy memastikan set pertama jadi milik Jakarta Electric. <strong>Konsistensi Neriman-Celeste</strong> Duo legiun asing, Neriman Ozsoy dan Celeste Plak, kembali menjadi motor serangan yang mematikan. Pada set kedua, agresi mereka tak mampu dibendung pertahanan BJB Tandamata. Penempatan bola cermat dari setter Afra Hasna berkali-kali membelah blok lawan. Skor 25-20 menutup set kedua setelah bola keras Ersandrina Devega gagal dikembalikan. Pembina Jakarta Electric PLN Mobile, Yusuf Didi Setiarto, menyebut kemenangan ini sebagai buah dari kedisiplinan. “Kami mengawali putaran kedua ini dengan baik. Seluruh pemain tampil disiplin dan penuh semangat. Kami berharap Jakarta Electric PLN Mobile dapat terus menjaga momentum positif ini dan meraih hasil terbaik di Proliga 2026,” ujar Yusuf Didi seusai laga.<!--nextpage--> <strong>Tiket Belum di Tangan</strong> Memasuki set ketiga, BJB Tandamata mencoba bangkit dan sempat memimpin 0-4. Namun, mental juara Jakarta Electric berbicara. Agustin Wulandhari kembali menjadi tembok kokoh di depan net, memblok smes Anastasia Guerra dan membawa timnya berbalik unggul. Laga pun diakhiri dengan blok manis Khalisa Rahma yang memastikan poin penuh bagi tim "Setrum". Walau kini bertengger di peringkat ketiga klasemen, Alim Suseno enggan jemawa. Baginya, jalan menuju babak empat besar masih terjal. "Tiket final four masih belum pasti. Kami masih harus terus berjuang. Dan kami akan terus evaluasi kekurangan kami dan juga meminta seluruh pemain untuk fokus," tutur Alim. Ujian berikutnya sudah menanti di Bojonegoro pekan depan saat mereka harus meladeni Falcons dan sang pemuncak klasemen, Popsivo Polwan. <strong>Duo Menara Penghancur</strong> Kemenangan telak Jakarta Electric PLN Mobile atas Bandung BJB Tandamata tak lepas dari performa impresif dua legiun asing mereka. Neriman Ozsoy dan Celeste Plak terbukti menjadi pembeda di momen-momen krusial, terutama saat menghadapi tekanan blok rapat dari pemain lawan. <strong>Analisis Kontribusi Lapangan</strong> <ul> <li>Neriman Ozsoy (Turki):</li> <li>Peran: Closer & Power Spiker.</li> </ul> Momen Kunci: Menjadi penentu kemenangan di set pertama lewat smes keras bertubi-tubi saat skor kritis 23-22. Ketangguhannya dalam mengonversi bola-bola sulit menjadi poin menjadikannya pemain dengan efisiensi serangan tertinggi dalam laga ini. <ul> <li>Celeste Plak (Belanda):</li> <li>Peran: Aggressive Attacker.</li> </ul> Momen Kunci: Menjadi motor kebangkitan tim di awal set kedua dan ketiga. Meski sempat melakukan kesalahan di awal laga, ia mampu membayar tuntas dengan serangan-serangan tajam yang sulit dibaca oleh pertahanan BJB Tandamata.(*)<!--nextpage-->