Restorasi Mata Air untuk Masa Depan
Tak hanya di pesisir, kolaborasi ini merambah ke hulu dengan program restorasi mata air di Desa Sidodadi, Malang. Proyek ini melibatkan Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut), Jejakin, hingga Yayasan Bambu Lingkungan Lestari.
Baca Juga: Kemenpar Perkuat Pasar India di OTM Mumbai dan Sales Mission Chennai
VP CSR BCA, Titi Yusnarti, menjelaskan bahwa program ini merupakan pengembangan dari inisiatif penanaman pohon.
“Di tahun ini kita menanam pohon tersebar di 3 lokasi, salah satunya di Desa Sidodadi ini sebesar 21.000. Kemudian kita berpikir bahwa selain dari dampak karbon, ekologi lainnya apa lagi yang bisa kita lakukan untuk masyarakat saudara-saudara kita di Desa Sidodadi,” jelas Titi.
Ketua Gapoktanhut Desa Sidodadi, Joko Purnomo, menyebut akses air bersih adalah urat nadi warga. Manfaatnya dirasakan lintas desa, baik untuk konsumsi maupun irigasi sawah. Semangat ini pula yang diusung oleh Mbah Di, anggota Gapoktanhut yang telah mencari sumber air sejak 1987.
“Ini cita-cita saya, supaya masyarakat anak cucu saya bisa minum air jernih, jadi saya nelusur sumber-sumber itu saya kumpulkan, lalu saya bawa pulang,” ungkap Pak Suwadi atau Mbah Di.
Film dokumenter ini diharapkan menjadi media promosi efektif untuk mengampanyekan Gerakan Wisata Bersih. Melalui visualisasi gotong royong warga, BPOB dan BCA berupaya membuktikan bahwa pariwisata berkualitas bukan sekadar soal kemewahan, melainkan tentang keseimbangan ekosistem dan manfaat bagi masyarakat lokal. (*)






