URBANCITY.CO.ID – Sirkularitas. DI salah satu sudut Jakarta Convention Center, tumpukan limbah plastik pascakonsumsi tak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir. Di tangan para perajin, sampah-sampah itu bersalin rupa menjadi aksesori estetik yang memikat mata pengunjung INACRAFT 2026.
Inilah wajah “Mandiri Looping for Life”, sebuah eksperimen ekonomi sirkular yang diusung Bank Mandiri untuk memberi nyawa baru pada limbah kriya.
Mengusung konsep From Waste to Circular Craft Experience, bank berlogo pita emas ini menggandeng Rue, jenama aksesori ramah lingkungan, untuk membuktikan bahwa ekonomi hijau bukan sekadar jargon. Melalui workshop Return & Restyle, pengunjung diajak terlibat langsung dalam proses kreatif mengubah residu menjadi produk bernilai ekonomi.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyebut inisiatif ini sebagai jembatan bagi UMKM untuk naik kelas dengan cara yang lebih beradab terhadap lingkungan.
Baca Juga: Bio Farma Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas di INACRAFT 2026
“Inisiatif ini menegaskan peran kami sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun sinergi lintas sektor agar ekonomi kerakyatan berjalan lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Adhika dalam keterangan resminya, Selasa, 10 Februari lalu.
Data yang dihimpun sepanjang 2025 menunjukkan dampak yang cukup konkret. Program ini mengklaim telah mengolah 2,5 ton pakaian bekas dan lebih dari 1 ton limbah plastik.
Hasilnya, emisi karbon ditekan dan jutaan liter air berhasil dihemat. Tak hanya soal lingkungan, ada aspek pemberdayaan yang kental: 13 perempuan artisan terlibat langsung dalam proses produksi upcycled textile.




