<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> – Program stimulus ekonomi berupa diskon tiket kapal yang digulirkan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mencatatkan respons positif dari masyarakat. Hingga pertengahan Maret 2026, realisasi penyerapan anggaran program ini telah menyentuh angka 72 persen, atau setara dengan Rp30,4 miliar dari total alokasi dana sebesar Rp42,3 miliar. Sejak diluncurkan pada 11 Februari lalu, sebanyak 338.474 tiket telah terjual. Jika merujuk pada target volume, diskon ini telah terserap sekitar 76 persen dari kuota 445.534 tiket yang disediakan untuk periode keberangkatan hingga 5 April 2026. Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, menyebut tingginya animo ini tak lepas dari momentum mudik Lebaran yang dibarengi kebijakan work from anywhere (WFA). <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/pantau-km-labobar-wamenhub-dan-wamenpanrb-puji-transformasi-digital-pelni/">Pantau KM Labobar, Wamenhub dan WamenPANRB Puji Transformasi Digital PELNI</a></strong> "Sementara puncak arus mudik secara keseluruhan telah terjadi pada 18 Maret 2026 dengan realisasi 31.131 penumpang. Angka ini meningkat sekitar 12,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 27.741 penumpang,” ujar Ditto dalam keterangannya. <strong>Sisa Kuota Menipis</strong> Bagi masyarakat yang belum memiliki tiket, PELNI memberikan peringatan bahwa kuota diskon kini tersisa sekitar 28 persen. Jika jatah stimulus ini habis, maka harga tiket akan otomatis kembali ke tarif normal. Ditto mengimbau calon penumpang untuk segera melakukan pemesanan melalui kanal resmi. "Dengan sisa kuota diskon sekitar 28 persen, kami mengimbau masyarakat yang belum memesan tiket untuk segera membeli sebelum kehabisan. Jika kuota diskon transportasi telah habis, maka tarif tiket akan kembali ke harga normal," tambah Ditto.<!--nextpage--> Meski antusiasme tinggi, PELNI menegaskan tidak akan mengabaikan aspek keselamatan. Perusahaan terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk memastikan jumlah penumpang di atas kapal tidak melebihi kapasitas maksimal yang diizinkan. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/efek-kebijakan-wfa-penumpang-kapal-pelni-lonjak-signifikan-jelang-lebaran/">Efek Kebijakan WFA, Penumpang Kapal PELNI Lonjak Signifikan Jelang Lebaran</a></strong> <strong>Akses Pembelian Luas</strong> Program diskon ini dapat diakses melalui berbagai platform digital mulai dari aplikasi PELNI Mobile, situs resmi, hingga fitur lifestyle di berbagai perbankan seperti BCA, Mandiri, dan BNI. Selain itu, jaringan minimarket seperti Indomaret dan Alfamart juga melayani pembelian tiket bersubsidi ini. Untuk sistem pembayaran, PELNI telah mengintegrasikan berbagai layanan Virtual Account bank pelat merah dan swasta, serta dompet digital seperti GoPay dan Dana guna memudahkan transaksi pemudik. Dengan sisa waktu dan kuota yang semakin terbatas, para pemudik diharapkan bergerak cepat agar tetap bisa menikmati perjalanan ke kampung halaman dengan biaya yang lebih terjangkau. <strong>Pelabuhan Keberangkatan Terpadat per tanggal 19 Maret 2026 :</strong> 1. Makassar (36.428 pax) 2. Balikpapan (30.794 pax) 3. Batam (29.169 pax) 4. Ambon (25.039 pax) 5. Bau-Bau (20.679 pax) <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/mudik-gratis-bumn-2026-pelni-angkut-1-230-penumpang-rute-balikpapan-surabaya/">Mudik Gratis BUMN 2026: PELNI Angkut 1.230 Penumpang Rute Balikpapan-Surabaya</a></strong> <strong>Pelabuhan Kedatangan Terpadat per tanggal 19 Maret 2026 :</strong> 1. Surabaya (50.556 pax) 2. Makassar (36.374 pax) 3. Belawan (27.445 pax) 4. Bau-Bau (26.877 pax) 5. Ambon (22.707 pax) <strong>Ruas Terpadat per tanggal 19 Maret 2026 :</strong><!--nextpage--> 1. Batam – Belawan (24.461 pax) 2. Belawan – Batam (15.788 pax) 3. Balikpapan – Surabaya (12.274 pax) 4. Kumai – Semarang (10.890 pax) 5. Makassar – Surabaya (9.932 pax). (*)