- Selalu memikirkan ulang percakapan sederhana: Setelah ngobrol, terus muter-muter di kepala dan nyalahin diri sendiri atas hal kecil, kayak cara jawab, ekspresi, atau intonasi suara.
- Menghindari situasi yang bikin diperhatikan: Misalnya hindari presentasi, sungkan bicara di rapat, nggak mau berpendapat di kelas, atau tolak tawaran tampil karena takut salah atau dinilai buruk.
- Terlalu banyak persiapan buat interaksi kecil: Nyiapin skrip sebelum bicara, mikirin kalimat yang tepat sebelum nanya, atau latihan apa yang mau dikatakan saat ketemu orang.
- Sulit jaga kontak mata: Nggak nyaman natap orang lain karena merasa diperhatikan atau dihakimi, biasanya alihin pandangan ke lantai atau benda lain.
- Menolak ajakan sosial meski sebenarnya pengen ikut: Kayak tolak hangout, acara kantor, atau kumpul keluarga karena takut salah sikap atau nggak tahu harus bicara apa.
- Takut dilihat saat lakuin hal sederhana: Takut terlihat kikuk, berantakan, atau jadi pusat perhatian saat makan di tempat umum, jalan lewat kerumunan, buka pintu, atau serahin uang belanja karena merasa semua mata tertuju padanya.
- Selalu bayangin kemungkinan terburuk: Misalnya bayangin orang lain bakal nertawain, ngkritik, atau pandang rendah, padahal situasinya aman dan biasa aja.
Gangguan ini bisa muncul karena berbagai faktor, kayak genetik, cara kerja otak yang lebih sensitif terhadap rasa takut, atau pengalaman hidup seperti pernah dipermalukan atau dibully. Pola asuh yang terlalu kritis atau protektif juga bisa picu rasa takut dinilai orang lain. Selain itu, kurang pengalaman bersosialisasi sejak kecil bisa bikin lebih mudah cemas saat hadapi situasi sosial nanti.
Meski bisa berlangsung lama, gangguan kecemasan sosial bisa diatasi dengan pengobatan dan perawatan yang tepat. Kayak terapi atau latihan khusus yang dilakukan bertahap, biar bisa bantu seseorang lebih percaya diri saat berinteraksi.
Kalau lagi ngerasa ada tanda-tanda kayak yang dijelasin di atas, jangan langsung diagnosa sendiri, ya. Lebih baik konsultasi ke dokter atau profesional kesehatan mental biar dapat penanganan yang pas.






