Baca Juga: ITDC Hibahkan Sarana Patroli Perairan untuk Perkuat Keamanan Kawasan The Nusa Dua
Kawasan ini juga menerapkan pengelolaan lanskap berbasis biodiversitas yang terintegrasi dengan sistem utilitas ramah lingkungan.
Sejak 1979, sistem lagoon di Nusa Dua mampu mengolah hingga 10.000 meter kubik air limbah per hari untuk irigasi. Berdasarkan kajian terbaru, total serapan karbon di kawasan The Nusa Dua telah mencapai 16.279,57 ton karbon.
Mandalika Siapkan 15 Ribu Mangrove
Sementara itu, di kawasan The Mandalika, NTB, alokasi RTH mencapai 363 hektare atau sekitar 30% dari total area 1.175 hektare.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pesisir, ITDC telah menanam 10.400 pohon sepanjang tahun 2025. Program rehabilitasi lingkungan ini berlanjut pada tahun 2026 dengan target penanaman 15.000 pohon mangrove untuk memitigasi abrasi pantai.
Baca Juga: Promo Hotel ITDC Ramadan & Nyepi 2026: Iftar Premium di Nusa Dua hingga Ngabuburide di Mandalika
Pengembangan Mandalika juga memadukan konsep green space (ruang vegetasi) dan blue space (pantai dan laguna) untuk meningkatkan ketahanan kawasan terhadap perubahan iklim.
Integrasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), ITDC menempatkan RTH sebagai infrastruktur hijau strategis yang tidak hanya memperkuat daya saing destinasi.
“Tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta mendukung pengembangan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan, resilien, dan rendah karbon,” tutup Febriana. (*)





