Inovasi MALIKA: Mengubah Limbah Dapur Menjadi Rupiah
Di antara sekian banyak program yang diajukan, program MALIKA menjadi bintang utama yang paling mencuri perhatian para dewan juri.
Baca Juga: Jaga Pasokan Energi Lebaran 2026, 986 Personel Logistik PDC Siaga di Titik Bor
Inovasi ini fokus pada penyelamatan lingkungan dengan mengumpulkan minyak goreng bekas pakai (jelantah) dari rumah-rumah warga untuk disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti sabun harian dan lilin aromaterapi eksklusif.
Gebrakan ramah lingkungan ini pertama kali diuji coba di Desa Buluh Manis dan Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Program ini berhasil merangkul 30 penerima manfaat aktif yang didominasi oleh kelompok ibu rumah tangga dan anak-anak muda Karang Taruna setempat. Produk hasil olahan mereka kini dikemas secara estetik dan mulai rutin dipasarkan lewat berbagai ajang pameran nasional.
Melihat dampak positif yang begitu nyata, Pjs. Manager FLS PDC, Rahmat Wijaya, memastikan program ini tidak akan berhenti di Riau. Pihaknya bersiap mereplikasi sistem pengolahan limbah ini ke wilayah kerja PDC lainnya.
Baca Juga: PDC Luncurkan Gerakan Tangan Kedua, Olah Limbah Tekstil Pekerja Jadi Produk Ekonomi Sirkular
“Ke depan, kami akan mengimplementasikan program MALIKA di seluruh proyek FLS PDC untuk memperluas dampak dan manfaat bagi masyarakat,” jelas Rahmat.
Strategi Merawat Bisnis Jangka Panjang
Bagi manajemen PDC, mematangkan program tanggung jawab sosial bukanlah sekadar pemanis citra perusahaan atau aktivitas administratif pemenuhan regulasi. Program ini dirancang matang berbasis panduan global ISO 26000 demi menciptakan nilai manfaat bersama (Creating Shared Value).




