Bagi Djudjuwanto, performa ini menjadi fondasi kuat untuk menghadapi tantangan transisi energi ke depan. Dengan biaya per barel yang kian kompetitif, perusahaan memiliki ruang napas lebih lega untuk melakukan eksplorasi baru.
“Pertumbuhan produksi migas menjadi fondasi penting bagi kinerja keuangan perusahaan. Melalui pengelolaan biaya yang disiplin dan optimalisasi lapangan secara berkelanjutan, PEP Zona 4 mampu menjaga kinerja operasional dan keuangan tetap solid,” kata Djudjuwanto. (*)






