Baca Juga: Dukung Indonesia Emas 2045, Sinar Mas Land Gelar World-Class Education Expo 2026
PT Trimitra Fabrikasi Engineering: Menampilkan kapabilitas fabrikasi baja berstandar internasional (CWB dan ASTM). Keunggulan spesifikasi teknis mereka membuahkan potensi transaksi sebesar USD 9 juta.
Atase Perdagangan RI Canberra, Agung Haris Setiawan, menyebutkan bahwa pameran ini krusial untuk meningkatkan eksposur produk nasional di mata distributor, kontraktor, dan pengembang proyek di Australia.
Tantangan Standar Khusus Australia
Meski mencatatkan angka impresif, langkah eksportir Indonesia di Negeri Kanguru bukan tanpa hambatan. Direktur PT Sumber Graha Sejahtera, Agis Bachtiar, mengungkapkan bahwa pasar Australia memiliki standar spesifikasi dan kepatuhan yang berbeda dibandingkan Amerika Serikat atau Uni Eropa.
“Terdapat tantangan dalam memenuhi standar Australia yang dinilai memiliki perbedaan, sehingga memerlukan penyesuaian lebih lanjut dari sisi spesifikasi. Selain itu, perlu adanya mitra lokal agar lebih mudah mempromosikan produk dari Indonesia,” tutur Agis.
Baca Juga: SMEXPO Kartini 2026, Pertamina Buka Akses Pasar Global bagi 22 UMKM Perempuan
Inovasi Konstruksi Berkelanjutan
Selain penjajakan bisnis (business matching), delegasi Indonesia turut aktif dalam diskursus global melalui seminar bertajuk ‘Sustainable Construction Innovation: Leveraging Multi-Material Solutions for Net Zero Development’.
Langkah ini mempertegas posisi Indonesia yang mulai beralih dari sekadar pemasok bahan baku menjadi penyedia solusi teknologi konstruksi yang ramah lingkungan dan adaptif terhadap target net zero emission.






