URBANCITY.CO.ID – Pada tanggal 17 Agustus 2025, dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan tarif khusus sebesar Rp 80 untuk semua moda transportasi umum di Jakarta dan sekitarnya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menjelaskan bahwa kebijakan ini mencakup berbagai layanan transportasi, seperti Transjakarta, MRT Jakarta, LRT rute Velodrome-Pegangsaan Dua, KRL Commuter Line, dan angkutan Jaklingko. Bahkan, tarif simbolik ini juga akan berlaku untuk layanan Transjabodetabek.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dengan Kementerian Sekretaris Negara, kami diminta untuk semua transportasi di Jakarta dan Jabodetabek dikenakan biaya Rp80,” ungkap Pramono saat konferensi pers di Balai Kota Jakarta.
Selain itu, Pemprov DKI juga memperpanjang insentif perpajakan berupa pengurangan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) hingga 31 Agustus 2025. Masyarakat hanya perlu membayar pokok pajak tanpa denda atau bunga keterlambatan. Pramono menambahkan bahwa insentif ini diberikan sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 RI dan HUT DKI Jakarta, untuk menhttps://urbancity.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg kesadaran masyarakat dalam membayar pajak tepat waktu.
Baca Juga : Audit Forensik KKKS: Jaga Marwah TKDN, Dorong Inovasi Anak Bangsa
Namun, Pemprov DKI tidak akan mengadakan acara khusus untuk merayakan HUT RI. Mereka hanya akan menggelar upacara bendera di lapangan Balai Kota. “Kami tentunya di sini (Balai Kota) upacara bendera,” tutup Pramono.
Terpopuler
-
Petrosea Jual Seluruh Saham SSIA, Imbas Rapor Merah dan Beban Utang Surya Semesta
-
Strategi Sinar Mas Land Kembangkan Klaska Residence sebagai Pusat Hunian Vertikal Surabaya
-
Wamen Ekraf Targetkan Festival Jamu Nusantara 2026 Jadi Tren Gaya Hidup Global
-
PLN Dorong Hilirisasi Baterai: Kolaborasi IBC untuk Ekosistem Listrik Hijau
-
Pertamina Patra Niaga Raih 7 PROPER Emas 2025, Buktikan Keunggulan Inovasi Sosial Nasional
-
Kementerian PUPR Selesaikan Pembangunan 5.598 Rumah Korban Gempa Sulteng
-
Laba Fintech Lending Tembus Rp383 Miliar, OJK Dorong Penyaluran ke Sektor Produktif Luar Jawa




