“Tadinya, sebelum diterapkan We Are Fines dan inovasi USAT ini angka resikonya mencapai 62%. Kami optimistis, dengan penerapan menyeluruh ini akan meningkatkan penghematan yang semakin meningkat di tahun 2025,” kata Tomi menambahkan.
Efisiensi Tinggi, Biaya Rendah
Meski berdampak besar, biaya produksi satu unit USAT tergolong sangat ekonomis. Petroleum Engineering PEP Rantau Field, Andi Surianto Sinurat, menjelaskan bahwa satu unit aksesori hanya membutuhkan biaya sekitar tiga juta rupiah dengan masa pakai mencapai satu tahun.
Baca Juga: Berkat Pertamina EP Air Bersih Mengalir, Harapan Bangkit di Aceh Tamiang
Data implementasi sejak Januari 2024 hingga September 2025 menunjukkan hasil yang impresif: efisiensi biaya penggunaan rig mencapai 50 persen dan penurunan kehilangan produksi (loss production) sebesar 4 persen. Kombinasi inovasi ini pun diganjar penghargaan Platinum dalam ajang Upstream Improvement & Innovation Award (UIIA) 2025.
Tomi Wahyu Alimsyah mengapresiasi kerja keras tim Petroleum Engineering dan Well Service yang terus berinovasi di lapangan. “Ini merupakan implementasi komitmen kami untuk mendukung target produksi nasional,” pungkasnya. (*)






