<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yang dikenal sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan negara. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan menjaga lingkungan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Telkom berfokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan, yang merupakan konsep pariwisata yang memperhatikan dampak jangka panjang terhadap lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi. Salah satu langkah nyata mereka adalah mengembangkan Desa Wisata. Menurut data dari Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Indonesia memiliki sekitar 75.000 desa, dan sekitar 1.200 di antaranya memiliki potensi untuk dijadikan desa wisata. Dalam hal ini, Telkom bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk mengembangkan Desa Kramat di Purbalingga, Jawa Tengah. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/optimalkan-pengolahan-data-di-era-digital-telkom-hadirkan-solusi-inovatif-bigbox-ai/">Optimalkan Pengolahan Data di Era Digital, Telkom Hadirkan Solusi Inovatif BigBox AI</a></strong> Desa Kramat terletak di kaki Gunung Slamet dan hanya 5 km dari Kecamatan Karangmoncol. Wilayah ini, khususnya Bukit Siregol, kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk Pohon Pinus, Kantung Semar, serta satwa langka. Diantaranya, Elang Jawa, Monyet Ekor Panjang, dan Kungkang Jawa. Selain itu, Desa Kramat juga dikenal dengan wisata perkemahan dan rafting di Sungai Tambra. Dengan mengusung konsep desa wisata berbasis konservasi, Telkom berupaya menjaga pelestarian lingkungan, budaya, dan ekosistem lokal, sambil tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Masyarakat setempat tidak hanya berperan sebagai pelaku wisata, tetapi juga aktif dalam melindungi alam dan keanekaragaman hayati.<!--nextpage--> <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/dongkrak-daya-saing-bpd-telkom-luncurkan-solusi-digital/">Dongkrak Daya Saing BPD, Telkom Luncurkan Solusi Digital</a></strong> Pengembangan Desa Kramat dimulai pada Oktober hingga November 2024. Beberapa pembangunan yang telah dilakukan meliputi gapura desa, pemasangan kamera pemantau untuk satwa, rumah bibit, menara pengamatan dengan teropong, tempat sampah, serta peta dan sistem penunjuk arah. Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom, menyatakan, “Telkom berupaya untuk menjaga keseimbangan alam dengan pelestarian flora dan fauna lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membuka peluang ekonomi berbasis ekowisata dengan kembangkan desa wisata berbasis konservasi." Ia menambahkan bahwa dengan mengembangkan desa wisata berbasis konservasi, Telkom tidak hanya mendukung perekonomian lokal, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/telkomsel-luncurkan-indihome-paket-movie-terbaru-kombinasi-layanan-internet-cepat-dan-akses-nonton-film-belasan-platform-video-streaming/">Telkomsel Luncurkan IndiHome Paket Movie Terbaru, Kombinasi Layanan Internet Cepat dan Akses Nonton Film Belasan Platform Video Streaming</a></strong> "Hal ini sesuai dengan misi Telkom dalam mencapai target Sustainable Development Goals poin 15 yaitu mengelola hutan secara lestari dan melindungi keanekaragaman hayati," tutup Hery. Pengembangan Desa Kramat sebagai Desa Wisata berbasis konservasi tidak akan berhenti pada tahap pembangunan. Telkom akan terus mendampingi masyarakat untuk memastikan keberlanjutan pengembangan desa ini, sehingga Desa Kramat tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga pusat edukasi, konservasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. <strong>(*)</strong><!--nextpage--> <strong>Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMNO7qgww4Lu3BA?hl=id&gl=ID&ceid=ID%3Aid">GOOGLE NEWS</a></strong>