URBANCITY.CO.ID – Ekosistem aset keuangan digital Indonesia memasuki babak baru. ICEx Group mengumumkan bahwa PT Multikripto Exchange Indonesia (OSL Indonesia) telah resmi menyelesaikan transisi dan bergabung ke dalam ekosistem ICEx Group per 7 Mei 2026. Sebelumnya, OSL Indonesia merupakan anggota dari CFX.
Langkah ini menandai tonggak penting dalam proses onboarding bertahap bagi para Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) pendiri ke dalam infrastruktur terintegrasi yang diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pasar Kripto Indonesia Lampaui Investor Pasar Modal
Transisi ini terjadi saat industri aset digital tanah air tengah mengalami pertumbuhan masif. Data OJK per Maret 2026 menunjukkan jumlah investor aset kripto telah menembus 21,37 juta orang, melampaui jumlah investor di pasar modal.
Dengan nilai transaksi spot bulanan mencapai Rp22,24 triliun, kebutuhan akan infrastruktur yang aman dan patuh regulasi menjadi semakin mendesak.
Baca Juga: OJK Ajak Generasi Muda Waspadai Risiko Kripto, Transaksi Tembus Rp482 Triliun
CEO ICEx Group, Kai Hamza, menyambut baik integrasi ini sebagai upaya membangun ketahanan pasar jangka panjang.
“Fokus kami tetap pada pembangunan infrastruktur yang menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan ketahanan jangka panjang bagi seluruh pelaku pasar,” ujar Kai Hamza.
Sinergi Tiga Entitas untuk Perlindungan Investor
ICEx Group beroperasi sebagai ekosistem terpadu yang terdiri dari tiga entitas kunci:
- Indonesia Crypto Exchange (ICEx): Bursa aset keuangan digital.
- Crypto Asset Clearing International (CACI): Lembaga kliring.
- International Crypto Custodian (ICC): Pengelola tempat penyimpanan (kustodian).
Struktur ini dirancang untuk memastikan setiap transaksi berjalan efisien dengan perlindungan aset pelanggan yang maksimal.




