Selain sampah, ITDC Nusantara Utilitas mengoperasikan teknologi Seawater Reverse Osmosis (SWRO) dan sistem reclaim water.
Baca Juga: Holi Festival of Colours 2026: Ratusan Peserta Warnai Pulau Nusa Dharma di The Nusa Dua Bali
Inovasi ini mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40 persen, di mana seluruh kebutuhan irigasi kawasan berasal dari air daur ulang.
Di sektor energi, transisi dari LPG ke LNG telah berkontribusi menurunkan emisi sebesar 12 persen. ITDC juga menargetkan 25 persen pasokan listrik utilitas berasal dari energi terbarukan, yang diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 984 ton CO₂ per tahun.
Potensi Replikasi secara Nasional
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. Evita Nursanty, menilai model Integrated Waste Management di The Nusa Dua sangat relevan untuk diterapkan di destinasi wisata kepulauan lainnya di Indonesia.
“Model integrated waste management dan pengolahan air berbasis sirkular yang dikembangkan ITDC menjadi solusi strategis bagi destinasi pariwisata Indonesia, khususnya wilayah kepulauan dan wisata bahari,” ucap Evita.
Baca Juga: InJourney Group Latih Pedagang Pantai The Nusa Dua untuk Layanan Berkualitas
Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun, ITDC terus memperkuat standar internasional di kawasan yang dikelolanya, mulai dari The Nusa Dua, The Mandalika, hingga The Golo Mori, guna meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. (*)





