URBANCITY.CO.ID – Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa penguatan industri event dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) menjadi pilar strategis dalam mendongkrak martabat pariwisata Indonesia di panggung dunia.
Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Indonesia Professional Organizer Summit (IPOS) Vol. 10 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Ni Luh menilai perjalanan satu dekade IPOS telah bertransformasi dari sekadar pertemuan rutin menjadi ruang kolaborasi strategis yang menghasilkan transaksi nyata bagi para profesional event di 34 provinsi.
“IPOS bukan sekadar sebuah event, tetapi gerakan bersama untuk memajukan, meningkatkan profesionalitas, dan mengangkat martabat industri MICE serta event Indonesia di panggung nasional dan global,” ujar Ni Luh Puspa.
Baca Juga: Wamenpar Ni Luh Puspa: DXI 2026 Jadi Kunci Indonesia Kuasai Wisata Petualangan Dunia
Tantangan Digitalisasi dan Infrastruktur
Menghadapi tren global, Ni Luh memproyeksikan industri event akan terus bersalin rupa seiring meningkatnya permintaan hybrid event dan corporate travel.
Oleh karena itu, pemerintah kini fokus pada standardisasi kapasitas pelaku usaha serta pembenahan regulasi tata kelola.
Selain infrastruktur fisik seperti pusat konvensi, pengembangan portofolio Intellectual Property (IP) event lokal menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pencipta tren. Ni Luh menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix untuk membangun ekosistem yang tangguh.




