UBANCITY.CO.ID – Manajemen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream memperketat pengawasan operasional di lini depan pengeboran migas selama masa Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 H.
Melalui agenda Management Walkthrough (MWT), jajaran direksi menyambangi Rig PDSI#40.3/DS1500-E di Sumur Eksplorasi DRJ-001, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa, 17 Maret 2026.
Kunjungan ini bertujuan memastikan aktivitas pengeboran di wilayah kerja PT Pertamina EP Zona 11 Regional 4 tetap berjalan sesuai standar Health, Safety, Scurity, and Environment (HSSE), meski para pekerja sedang menjalankan ibadah puasa.
Direktur Utama PHE Subholding Upstream, Awang Lazuardi, menegaskan bahwa keselamatan nyawa pekerja adalah prioritas yang tidak bisa ditawar oleh target produksi sedetik pun.
Baca Juga: Kuasai 27 Persen Wilayah Kerja Migas, Begini Strategi PHE Genjot Produksi dan Energi Hijau di 2026
“Ini adalah wujud kehadiran manajemen untuk memastikan seluruh pekerja menjalankan operasional dengan mengutamakan keselamatan, dan tetap fokus walaupun dalam keadaan berpuasa dan menjelang Hari Raya,” ujar Awang di hadapan para pekerja lapangan.
Budaya Keselamatan dan Mitigasi Risiko
Awang menyoroti pentingnya konsistensi dalam menerapkan prinsip ONE SIKA di seluruh lini pekerjaan. Ia menginstruksikan agar tidak ada satu pun aktivitas teknis yang dimulai tanpa prosedur perizinan yang sah.
“Tidak ada pekerjaan yang begitu penting hingga harus mengorbankan aspek HSSE. Prinsip No Permit, No Work harus benar-benar dijalankan,” tegas Awang.




