Hal itu multak bagi pelaku usaha demi mendongkrak realisasi kontrak dagang internasional.
“Kami mengajak seluruh pelaku usaha dan pemangku kepentingan di Jawa Tengah untuk memanfaatkan TEI ke-41 semaksimal mungkin,” ujar Ari.
“Mari kita tunjukkan, produk Indonesia bukan hanya sekadar ada, tetapi unggul dan dicari oleh pasar global,” imbuhnya.
Baca juga:Â Sebanyak 6.226 Calon Pembeli dari Seluruh Dunia Telah Mendaftar di Trade Expo Indonesia 2024
Pemerintah menargetkan transaksi mencapai USD 17,5 miliar pada tahun ini, sebuah proyeksi optimistis yang didukung oleh rekam jejak surplus neraca perdagangan Indonesia selama 72 bulan berturut-turut.
Dengan kinerja ekspor nonmigas yang mencapai angka ratusan miliar dolar, TEI 2026 memberikan garansi bagi pelaku usaha.
Terutama untuk mengakses buyer potensial dari berbagai negara dengan efisiensi biaya dan waktu yang optimal.
Menjadikan UMKM Lokal Juara di Dunia
Provinsi Jawa Tengah menempatkan diri sebagai salah satu eksportir nonmigas terbesar nasional dengan komoditas unggulan seperti furnitur kayu, alas kaki, hingga perangkat elektronik.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa produk lokal memiliki daya saing yang tinggi dan sangat diminati oleh pasar mancanegara.
Testimoni sukses dari pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas pada perhelatan tahun lalu menjadi bukti nyata bahwa partisipasi dalam TEI meningkatkan kepercayaan diri bisnis dalam menembus pasar internasional.
Baca juga:Â Kemendag: Trade Expo Indonesia 2024 Peluang Perluas Ekspor ke Pasar Global




