Baca Juga: SIG Akselerasi Transisi Energi Hijau Untuk Operasional Pabrik di Tuban
Menurutnya, sejak hadirnya PLTS di greenhouse-nya, kelompoknya dapat menghemat 200 ribu rupiah setiap bulan. Bagi Edi dan kelompok taninya, nilai tersebut sangat berarti untuk meningkatkan keuntungan usaha kebun melon hidroponiknya.
Tak cukup sampai di situ, inovasi menyediakan energi hijau juga hadir dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan pemanfaatan aliran air sungai di Desa Air Abang, Kecamatan Ulubelu.
PLTMH ini telah memberi dampak signifikan bagi desa yang sebelumnya tidak teraliri Listrik sama sekali tersebut. Sekarang sejumlah masjid, musola, sekolah, dan 60 rumah telah diterangi oleh energi hijau dari PLTMH.
Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi menjelaskan, hal itu merupakan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan. Pihaknya, ingin berkontribusi dalam pengembangan transisi energi yang diimplementasikan dan dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
“Menjadi perusahaan yang memiliki dampak positif bagi lingkungan sekitar adalah salah satu fundamental dari semangat berkelanjutan,” lanjut Dicky.
Baca Juga: Pertamina Tegaskan Komitmen NZE 2060 di Event COP28 Dubai Uni Emirat Arab
Ulubelu terus berkembang menjadi “Negeri Tiga Energi”. Dengan benang merah keberlanjutan, Ulubelu terus berkolaborasi dengan pemerintah, badan usaha, dan komitmen kuat masyarakat setempat.
Geothermal, surya, dan air menjadi sumber energi tak terbatas yang bila terus dikelola dengan baik, akan menjadi manfaat yang besar tidak hanya bagi masyarakat Ulubelu, tapi juga lingkungan global.