URBANCITY.CO.ID – Menteri Maruarar Sirait dan Wali Kota Bandung Farhan menyiapkan rusun subsidi 1.208 unit. Upaya memecah kebuntuan hunian di lahan sempit.
Setelah sekian lama absen membangun hunian vertikal, Kota Bandung akhirnya mulai melirik langit. Di kawasan Sadang Serang, sebuah lahan milik pemerintah kota tengah disiapkan untuk menjadi proyek percontohan rumah susun (rusun) subsidi.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, bersama Wali Kota Bandung Farhan, turun langsung meninjau lokasi tersebut pada Kamis, 12 Februari lalu.
Rencananya, di atas lahan itu akan menjulang satu menara rusun setinggi 20 lantai. Kapasitasnya pun tak main-main: 1.208 unit hunian yang dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga: Jurus Ara Mengepung Kota, Skema Rusun Subsidi MBR Menggandeng Raksasa Danantara
“Kota Bandung sudah lama tidak membangun rusun. Kami mengapresiasi Wali Kota Farhan yang bisa melakukan terobosan dengan mendorong pembangunan rusun subsidi,” ujar Maruarar di sela kunjungan.
Politikus yang akrab disapa Ara ini menekankan bahwa membangun rusun bukan sekadar urusan memancang tiang.
Ia menetapkan tiga pilar utama: penguatan regulasi, pemetaan ekosistem sekitar agar tepat sasaran, dan pengaturan skema pembiayaan yang berkelanjutan. Syarat calon penghuninya pun tegas.
“Pertama, belum memiliki rumah. Kedua, masyarakat berpenghasilan rendah Kota Bandung. Ketiga, memiliki penghasilan,” jelasnya.
Bagi Wali Kota Farhan, proyek ini adalah upaya mengejar ketertinggalan penyediaan hunian di tengah kota yang kian sesak.




