Vietnam dan Filipina Naik Kelas, 5 Negara ASEAN Kini Berstatus Berpendapatan Menengah Atas

Jajaran bendera negara anggota ASEAN. Bank Dunia mencatat adanya pergeseran klasifikasi ekonomi bagi sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara per Juli 2026. (Dok : Pexels)

URBANCITY.CO.ID – Bank Dunia resmi menaikkan status Vietnam dan Filipina ke dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas (upper-middle income). Pembaruan klasifikasi pendapatan negara ini berlaku efektif mulai 1 Juli 2026 atau Tahun Fiskal 2027 (FY2027).

Kenaikan status ini didasarkan pada perhitungan Pendapatan Nasional Bruto (Gross National Income/GNI) per kapita masing-masing negara pada tahun sebelumnya.

Vietnam, misalnya, mencatatkan kenaikan GNI per kapita dari 4.490 dolar AS pada 2024 menjadi 4.970 dolar AS pada 2025. Angka tersebut melampaui ambang batas minimum Bank Dunia untuk kategori upper-middle income FY2027, yakni 4.516 dolar AS per kapita.

Bank Dunia menilai, keberhasilan Vietnam didorong oleh model ekonomi berbasis ekspor yang tangguh. Nilai ekspor negara tersebut tumbuh lebih dari 15 persen selama 2024 dan 2025, dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) masing-masing sebesar 7 persen dan 8 persen. Sepanjang periode 2021-2025, GNI Vietnam rata-rata tumbuh 10 persen per tahun, menjadikannya salah satu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan terkuat di Asia.

Baca Juga : Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap: Investasi Nyata Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat Urban

Selain Vietnam, Bank Dunia mengevaluasi 218 negara dan wilayah, di mana lima negara berhasil beralih dari kategori berpendapatan menengah bawah (lower-middle income) ke upper-middle income. Berikut daftar lengkapnya:

  • Yordania: 5.260 dolar AS

  • Vietnam: 4.970 dolar AS

  • Filipina: 4.850 dolar AS

  • Federasi Mikronesia: 4.760 dolar AS

  • Sri Lanka: 4.670 dolar AS

Akses Pinjaman Lunak

Bank Dunia menegaskan, perubahan klasifikasi ini bukan sekadar label statistik. Klasifikasi ini menjadi acuan krusial dalam menentukan kelayakan suatu negara mengakses pinjaman lunak maupun bantuan pembangunan dari lembaga internasional.

“Pembaruan ini penting karena klasifikasi tersebut memberikan informasi tentang negara mana yang dapat mengakses pinjaman lunak dan bantuan pembangunan, serta membantu pemerintah, peneliti, dan berbagai organisasi internasional untuk melacak kemajuan ekonomi di seluruh dunia,” tulis Bank Dunia dalam keterangannya.

Related Posts

Add New Playlist

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.