URBANCITY.CO.ID – Kanada menawarkan prospek pasar yang sangat menarik bagi produk ekonomi kreatif Indonesia.
Mengingat, daya beli masyarakat Kanada yang tinggi dan apresiasi mendalam terhadap nilai budaya.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) kini tengah menggenjot strategi ekspansi melalui kolaborasi hexahelix.
Tujuannya jelas, untuk memastikan talenta kreatif tanah air mampu menembus pasar Kanada secara kompetitif.
Bagi pelaku usaha kreatif urban, ini merupakan sinyal positif untuk mulai mengalihkan fokus pada standar global.
Kemudian menjadikan Kanada sebagai destinasi investasi pasar yang prestisius bagi produk fesyen, kuliner, hingga desain inovatif Indonesia.
Baca juga:Â Restoran Sederhana Buka Cabang di Singapura, Menteri Ekraf Dorong Kuliner Go Global
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa potensi pasar Kanada masih sangat luas untuk digarap lebih maksimal oleh para pegiat ekonomi kreatif nasional.
Kanada sebetulnya pasarnya masih luas untuk pegiat ekraf Indonesia.
“Apalagi mereka memiliki taste, bakat, budaya, kreativitas yang luar biasa, serta dedikasi yang tinggi terhadap industri kreatif,” ujar Menteri Ekraf.
Di tengah berbagai tantangan ini, Kementerian Ekraf terus memperkuat kolaborasi melalui pendekatan hexahelix untuk memperluas akses pasar bagi para pegiat ekonomi kreatif.
Menggali Potensi di Kawasan Toronto dan Quebec
Sektor ekonomi kreatif Indonesia mencatat performa impresif dengan menyerap hampir 20 persen dari total tenaga kerja nasional pada 2025.
Momentum ini semakin diperkuat dengan adanya kerangka kerja Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA) yang membuka keran aksesibilitas produk lebih lebar.




