Momentum yang bertepatan dengan bulan Ramadan ini diharapkan mampu menjadikan sektor kreatif sebagai the new engine of growth.
Merawat Keberagaman di Lapangan Banteng
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, mengapresiasi sebaran perayaan Imlek tahun ini yang dinilai lebih merata di berbagai daerah, tidak lagi terpusat di Jakarta. Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menyoroti harmoni antara perayaan Imlek dan Ramadan.
Baca Juga: Pameran Seni Baru dari Irlandia, Wamenekraf Dorong Kolaborasi Seniman Internasional
“Indonesia dibangun dari keberagaman, bukan keseragaman. Saat Imlek dan Ramadan hadir berdampingan, saling menghormati dan mendukung, Bhinneka Tunggal Ika benar-benar hidup. Perbedaan bukan kelemahan, melainkan kekuatan bangsa yang harus kita rawat bersama,” tutur Veronica.
Selain hiburan dan bazar, festival ini juga menghadirkan fungsi sosial berupa layanan kesehatan gratis dan donor darah.
Melalui integrasi antara budaya, ekonomi, dan layanan publik, pemerintah berharap Harmoni Imlek Nusantara 2026 menjadi modal kohesi sosial menuju visi Indonesia Emas 2045. (*)






