Secara jangka panjang, total kebutuhan tenaga kerja terampil diproyeksikan mencapai 4.000 orang dengan potensi nilai ekonomi hingga EUR 80 juta.
“Kami mengapresiasi seluruh tim yang terlibat dan meyakini pencapaian ini adalah hasil dari upaya promosi strategis yang tidak henti dilakukan,” sambungnya.
Baca Juga: Navigasi Baru di Tengah Badai Global, Wamendag Roro: Proaktif Kejar Peluang untuk Majukan ASEAN
Peluang di Sektor Kesehatan dan Perhotelan
CEO Aurelium Global Talent GmbH, Sunarlia Boesenberg, mengungkapkan bahwa Jerman tengah mengalami krisis tenaga kerja di berbagai lini, mulai dari layanan kesehatan, ritel modern, hingga perhotelan.
Ia berharap penandatanganan MoU ini dapat menjadi langkah lanjutan upaya penempatan PMI di Jerman. Dalam beberapa tahun terakhir, Jerman membutuhkan tenaga kerja dalam berbagai sektor, sementara Indonesia memiliki ketersediaan tenaga kerja yang cukup besar.
“Kami memandang kondisi ini sebagai peluang membangun kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara,” ungkap Sunarlia.
Senada dengan hal itu, Direktur Utama PT Tenriawaru Elite Internasional, Dhiena Yuliawati, optimistis tenaga kerja Indonesia mampu bersaing asal dibekali sertifikasi yang tepat.
Program ini diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan kompetensi internasional pekerja domestik.
Baca Juga: Wamendag Roro Inginkan Bandara Menjadi Tempat Promosi Produk Ekspor UMKM
“Melalui kerja sama ini, kami menargetkan penempatan hingga 4.000 tenaga kerja terampil Indonesia. Bagi Indonesia, ini berarti penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi, dan peluang internasional,” ucap Dhiena.





