<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> – Pemerintah terus memacu diversifikasi ekspor nasional dengan membidik sektor jasa profesi sebagai pilar baru. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan bahwa penguatan ekspor jasa merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya manusia Indonesia di pasar global. Hal tersebut disampaikan Roro Esti saat menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Jasa Profesi antara Aurelium Global Talent GmbH dan PT Tenriawaru Elite Internasional secara daring, Selasa, 24 Februari 2026. Kerja sama ini difokuskan pada pelatihan dan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) terampil ke Jerman. “Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan wujud nyata penguatan ekspor jasa Indonesia. Kami memandang jasa profesi sebagai sektor strategis yang mampu meningkatkan nilai tambah, daya saing sumber daya manusia, serta memperluas kehadiran Indonesia di pasar global,” ujar Wamendag Roro. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/benteng-baja-nasional-wamendag-dorong-penguatan-tata-niaga-dan-proteksi-industri-lokal/">Benteng Baja Nasional, Wamendag Dorong Penguatan Tata Niaga dan Proteksi Industri Lokal</a></strong> <strong>Transformasi Strategi Ekspor</strong> Menurut Roro, kolaborasi ini menandai transformasi strategi perdagangan Indonesia yang tidak lagi hanya bertumpu pada komoditas barang. Memanfaatkan bonus demografi, Indonesia berpeluang mengisi kekosongan tenaga kerja produktif di negara-negara Eropa, khususnya Jerman. MoU ini merupakan tindak lanjut dari misi dagang sektor jasa ke Berlin pada September 2025. Sebagai tahap awal di tahun 2026, ditargetkan sebanyak 120 PMI akan diberangkatkan dengan nilai kerja sama awal mencapai EUR 2 juta.<!--nextpage--> Secara jangka panjang, total kebutuhan tenaga kerja terampil diproyeksikan mencapai 4.000 orang dengan potensi nilai ekonomi hingga EUR 80 juta. “Kami mengapresiasi seluruh tim yang terlibat dan meyakini pencapaian ini adalah hasil dari upaya promosi strategis yang tidak henti dilakukan,” sambungnya. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/navigasi-baru-di-tengah-badai-global-wamendag-roro-proaktif-kejar-peluang-untuk-majukan-asean/">Navigasi Baru di Tengah Badai Global, Wamendag Roro: Proaktif Kejar Peluang untuk Majukan ASEAN</a></strong> <strong>Peluang di Sektor Kesehatan dan Perhotelan</strong> CEO Aurelium Global Talent GmbH, Sunarlia Boesenberg, mengungkapkan bahwa Jerman tengah mengalami krisis tenaga kerja di berbagai lini, mulai dari layanan kesehatan, ritel modern, hingga perhotelan. Ia berharap penandatanganan MoU ini dapat menjadi langkah lanjutan upaya penempatan PMI di Jerman. Dalam beberapa tahun terakhir, Jerman membutuhkan tenaga kerja dalam berbagai sektor, sementara Indonesia memiliki ketersediaan tenaga kerja yang cukup besar. "Kami memandang kondisi ini sebagai peluang membangun kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara,” ungkap Sunarlia. Senada dengan hal itu, Direktur Utama PT Tenriawaru Elite Internasional, Dhiena Yuliawati, optimistis tenaga kerja Indonesia mampu bersaing asal dibekali sertifikasi yang tepat. Program ini diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan kompetensi internasional pekerja domestik. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/wamendag-roro-inginkan-bandara-menjadi-tempat-promosi-produk-ekspor-umkm/">Wamendag Roro Inginkan Bandara Menjadi Tempat Promosi Produk Ekspor UMKM</a></strong> “Melalui kerja sama ini, kami menargetkan penempatan hingga 4.000 tenaga kerja terampil Indonesia. Bagi Indonesia, ini berarti penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi, dan peluang internasional,” ucap Dhiena.<!--nextpage--> Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus mengawal diplomasi perdagangan jasa ini guna memperluas akses pasar dan memperkuat kontribusi sektor jasa terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (*)